BEKASI, (nusantaraindonesia.id), - Generasi milenial sangat berperan penting dalam pelaksanaan Pemilu 2024 untuk menciptakan Pemilu yang damai dan demokratis di Kabupaten Bekasi. Bahkan kaum milenial diharapkan ikut serta menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di lingkungannya.


Hal itu disampaikan Kepala Divisi SDM Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklihparmas) KPU Kabupaten Bekasi, Dhany Wahab Habieby. 


"Pertama, agar bisa menjadi pemilih yang cerdas, yang mandiri, dan tentu saja terlibat menjadi penyelenggara Pemilu, salah satunya menjadi anggota KPPS di wilayahnya masing-masing," jelas Dhany Wahab di kantornya, pada Kamis, (20/07/2023).


Dhany mengungkapkan, sebagai angkatan yang melek teknologi informasi, generasi milenial dan Z sudah semestinya mampu menjadi pengarah (guidance) masyarakat dalam memilih informasi untuk disebarkan di media sosial. 


Belajar dari Pemilu tahun 2019, kata Dhany, banyak sekali informasi berupa hoaks di media sosial yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial di masyarakat.


"Para milenial juga diharapkan bisa menyaring mana yang perlu disebarluaskan dan mana yang tidak, sehingga semangat itulah yang bisa memberikan warna pada Pemilu 2024 bisa lebih damai dan demokratis," tuturnya.


Dhany meyakini jumlah anak muda yang mayoritas ini diprediksi akan menentukan figur mana yang akan naik sebagai pemimpin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan nasional, menentukan keterpilihan wakil rakyat di DPRD.


Melihat potensi "kuasa suara" dalam Pemilu ini, Dhany memberikan tips agar Pemilu tidak hanya damai dan demokratis, tetapi juga terpilih pemimpin dan wakil rakyat yang sesuai dengan keinginan masyarakat Kabupaten Bekasi. 


Hal ini menurutnya dimulai dari langkah yang diambil kaum muda. Seperti memahami visi-misi, dan track record figur secara utuh. Dia mewanti-wanti agar anak muda jangan mudah terjebak politik uang (money politic) yang hanya menguntungkan sesaat.


"Sehingga mereka nantinya akan memilih kandidat yang benar-benar dikenal memiliki integritas dan komitmen. Karena mereka faham, bukan sekedar memilih karena faktor money politic misalkan, sehingga kemampuan kaum muda untuk mendapat informasi secara komprehensif itu akan sangat menentukan," katanya.


Dengan menyeleksi secara ketat, rasional dan mandiri, dia meyakini akan lahir pemimpin yang sesuai dengan aspirasi, dan menjadi solusi yang kini dibutuhkan anak muda maupun masyarakat di Kabupaten Bekasi secara umum.


"Kata kuncinya harus kenal latar belakang, sepak terjang, track record dari para calon pemimpin maupun wakil rakyat melalui media yang ada, termasuk media sosial," ungkapnya.


Dhany mengharapkan kaum muda Kabupaten Bekasi menjadi pemilih yang cerdas dengan ikut mengawasi, tidak terbawa arus berita bohong (hoaks) yang akan menimbulkan kegaduhan.


"Mereka juga bisa ikut melaksanakan pemungutan suara, melakukan pengawasan, bukan hanya sekedar memberikan suara, tetapi mereka peduli untuk membantu dan memonitor pelaksanaan pemungutan suara, saya kira itu peran penting yang bisa dilakukan kaum muda sebagai orang yang punya kesempatan berkontribusi dalam Pemilu 2024," pungkasnya. (Khaerul Imam/ NI)