INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Dalam rangka upaya melestarikan adat istiadat leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama warga Desa Benda Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, menggelar syukuran panen raya dengan menampilkan tontonan seni tradisional wayang kulit sehari semalam di halaman Balai desa setempat.

Kuwu Desa Benda, H. Darto Sudarto mengatakan, pagelaran wayang kulit merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun sebagai ungkapan syukuran panen raya.

"Acara ini sudah adat dan tradisi masyarakat Desa Benda yang dilakukan menjelang panen padi pada musim tanam pertama," katanya.

Adapun tujuan utama tradisi syukuran panen raya ini, selain ungkapan rasa syukur kepada sang kholiq, pagelaran wayang kulit ini juga dijadikan sebagai ajang pertemuan serta mempererat tali silaturrahmi antar warga.

"Semoga panen padi musim ini dan seterusnya, para petani disetiap pelaksanaan musim tanam padi, mendapatkan anugrah dan berkah dari sang Kholik. Sehingga hasil tanaman padi bisa melimpah," harapnya.

Secara harfiah, Mapag Sri terdiri dari dua kata yakni, Mapag dan Sri. Mapag berarti menjemput sedangkan Sri berarti padi. Mapag Sri berarti menjemput padi yang juga bisa diartikan sebagai panen.

Tradisi Mapag Sri, merupakan ungkapan rasa syukur petani kehadirat yang maha kuasa atas hasil panen yang berlimpah. 

Mapag Sri juga dimaksudkan agar petani dianugrahi lahan pertanian yang subur, sehingga kelak mendapatkan hasil yang kembali berlimpah. (Abdul Jaelani/ NI).