INDRAMAYU - Program sembako terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) dari Kementerian Sosial RI, melalui Bank BNI, kembali didistribusikan di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Indramayu. Salah satunya di wilayah Kecamatan Karangampel ini. 

Dari data yang diperoleh dari Kemensos melalui TKSK Karangampel, Sebanyak 1.646 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Perluasan Bantuan Pangan Non Tunai (PBPNT), didistribusikan di wilayah Kecamatan Karangampel kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau pra sejahtera yang berlangsung selama tiga hari mulai hari Kamis (07-09 Mei 2020) di SMP Negeri 1 Karangampel.

Di hari pertama atau Kamis (07/05/2020), pendistribusian 549 KKS untuk KPM di tiga desa. Yakni, Desa Pringgacala sebanyak 194 KPM, Desa Tanjungsari sebanyak 102 KPM dan 253 KPM Desa Karangampel Kidul. 

Sementara pendistribusian di hari kedua, Jumat, (08/05/2020) kemarin, sebanyak 544 KKS didistribusikan untuk KPM di empat desa. Diantaranya, 152 KPM Desa Karangampel, 135 KPM Desa Benda, 137 KPM Desa Kaplongan lor dan Desa Tanjungpura sebanyak 120 KPM. 

Sedangkan pendistribusian 553 KKS untuk KPM di empat desa lainnya, yakni 187 KPM Desa Mundu, 143 KPM Desa Dukuh Jeruk, 117 KPM Desa Dukuh Tengah dan Desa Sendang sebanyak 106 KPM, akan di jadwalkan pada hari ini. Sabtu (09/05/2020). 

Pantauan di lapangan,  saat pendistribusian KKS di hari kedua, salah seorang undangan penerima KKS program sembako tampak bergelang emas terlilit di lengan kanan dan kiri wanita.


Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Karangampel, Abdul Nasir menjelaskan, 1.646 KPM baru ini untuk program BPNT atau program sembako. Data tersebut merupakan data yang diterima langsung dari pusat yang sudah masuk di data BDT (Basis Data Terpadu). Dirinya mengaku tidak mengetahui data KPM baru tersebut menggunakan data lama atau data yang baru.

"Tidak tahu kang, kementerian itu mah. Jadi data ini yang masuk BDT. Jadi tidak ada kaitannya dengan pendataan yang dilakukan pada bulan April kemarin," katanya.

Terpisah, Ketua gugus PC GP Ansor Indramayu penanganan covid-19, Azun Mauzun sangat menyayangkan data KPM Program Sembako yang masih saja tidak tepat sasaran. 

"Seharusnya pemerintah lebih peka terhadap si penerima bantuan, karena masih banyak warga yg lebih membutuhkan," ucapnya melalui pesan WhatsApp. 

Terlebih lagi, lanjut Azun, saat ini Indonesia khususnya Kabupaten Indramayu, lagi menghadapi wabah covid-19. Sehingga, bantuan sosial (bansos) itu seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin jompo yang sampai sekarang masih banyak tidak mendapatkan bansos.

"Penerima KKS seperti itu tidak patut di contoh dan seharusnya masyarakat seperti itu sadar karena ini bukan haknya," kata Anggota DPRD Indramayu periode 2014-2019 ini.

Seperti diketahui, Kartu Keluarga Sejahtera untuk program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau program sembako ini, berisi uang senilai Rp200 ribu per bulannya. Uang tersebut tidak dapat dicairkan melainkan ditukar dengan sembako di e-warung yang telah di tunjuk oleh Bank. 

Tak hanya menerima kenaikan nominal dari sebelumnya Rp110 ribu, keluarga miskin juga bisa menukarkan dengan berbagai jenis makanan.

Sebelumnya, bantuan tersebut hanya dapat ditukarkan dengan beras dan telur. Kini bantuan itu bisa ditukarkan dengan sumber karbohidrat berupa beras, kentang, dan sejenisnya;

protein hewani yang bersumber dari ikan, daging, atau telur; protein nabati yang bersumber dari kacang-kacangan; maupun sayur atau buah-buahan.

(Redaksi)