Advertisement
Terkini
NUSANTARA INDONESIA

NUSANTARA INDONESIA

  • Untuk Anda
  • Berita Utama
  • network Network
  • domain Tentang Kami
  • contacts Kontak Kami
Dark Mode
Large text article
Bookmarks

  • Home
  • ciayumajakuning
  • cirebon
  • ekbis

Harga Ayam Potong Tingkat Produsen di Kabupaten Cirebon Terus Turun

Tayang: 21 April
Share
  • Copy linkCopied successfully
  • Share on Facebook
  • Share on X (Twitter)
  • Share on WhatsApp
  • Share on Telegram
  • Share on LinkedIn
  • Share on Pinterest
  • Share on Tumblr
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Antara


CIREBON - Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19), berdampak pada harga jual ayam potong di tingkat produsen di Kabupaten Cirebon. 

Melansir dari Bisnis, harga ayam potong atau daging ayam ras segar di tingkat produsen terus mengalami penurunan harga sejak awal April 2020 kemarin.

Harga normal ayam potong di tingkat produsen Kabupaten Cirebon, biasa dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram sampai Rp20.000 per kilogram, kini dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.

"Terus mengalami penurunan harga, akibat permintaan semakin menurun. Padahal, kalau biasanya menjelang puasa, harga selalu naik," kata salah satu peternak ayam, Muhamad Suryana.

Suryana berharap, ada upaya dari pemerintah untuk menjadikan harga ayam potong kembali normal untuk meminimalisir kerugian di tingkat produsen Kabupaten Cirebon.

"Setiap hari kan ayam harus diberi pakan, sedangkan pembelian kurang. Mengharapkan adanya turun tangan pemerintah," katanya.

Sementara, berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Indonesia, harga daging ayam ras segar di pasar tradisional Kabupaten Cirebon, saat ini dijual dengan harga Rp22.500, menurun dibandingkan pekan lalu, yakni Rp28.000.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, mengatakan, penurunan tersebut terjadi karena adanya penurun daya beli masyarakat akibat Covid-19.

Ali menambahkan, hal tersebut pun berlaku untuk harga daging sapi di tingkat rumah potong hewan (RPH). Penurunan sampai 30 persen.

"Banyak warung atau usaha yang memanfaatkan ayam tutup, sehingga pembelian berkurang. Kemudian masyarakat juga berkurang," katanya.

(Redaksi)
Berita Terkait
Post a Comment
Cancel
  • Google News
  • Logo
Advertisement
Advertisement
Iklan -- scroll untuk lanjut membaca
DomaiNesia
Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement
Advertisement
Close Ads
Advertisement
Korsel Gambar
Sorotan
  • Diduga Tak Berijin, Pemasangan Kabel Fiber Optik Wifi Dompleng di Tiang Listrik dan Tiang Telkom

    Tayang: 07 May
  • Klinik Karangampel Sehat, Solusi Akses Layanan Kesehatan yang Terjangkau Masyarakat dan Gratis bagi Anak Yatim

    Tayang: 27 August
  • Trend Paslon Nomor Urut 1, Bambang - Kasan Terus Alami Peningkatan di Pilkada Indramayu 2024

    Tayang: 03 November
  • Indramayu Siap Gelar Pilkades Elektronik 2025, Jadi Pilot Project Jawa Barat Tahun 2026

    Tayang: 16 June
  • Lucky Hakim - Syaefudin Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Terpilih

    Tayang: 10 January
  • Ikuti Google News
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti Fanpage Facebook
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti WhatsApp Channel
    Nusantara Indonesia
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter
  • TikTok
  • Facebook
Logo
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© 2025 Nusantara Indonesia All Right Reserved.
Seedbacklink