INDRAMAYU  - Pemerintah Kabupaten Indramayu bertekad untuk terus membantu masyarakat yang tingkat daya belinya rendah agar dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasar. Untuk itu Pemkab Indramayu menggelar pasar murah yang diselenggarakan di Alun-Alun Indramayu, Rabu - Kamis (30-31/05/2018).

Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan pasar murah ini adalah dalam upaya membantu masyarakat Indramayu yang tingkat daya belinya rendah, agar dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok dengan harga dibawah harga pasar, khususnya dalam menghadapi bulan ramadhan dan idul fitri 1439 hijriyah.

“Pasar murah ini meskipun belum sepenuhnya menjawab keinginan masyarakat akan barang-barang murah, namun paling tidak Pemkab Indramayu bisa menyediakan barang dengan kualitas bagus dan harga yang rendah bagi masyarakat yang daya belinya rendah,” katanya.       
     
Pemerintah Kabupaten Indramayu, lanjut wabup, senantiasa berupaya memberikan perhatian dan dukungan yang besar untuk mensukeskan kegiatan pasar murah tersebut. Sebagimana diketahui, harga-harga pangan khususnya kebutuhan pokok masyarakat adalah salah satu indicator yang memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pertumbuhan inflasi daerah. 

“Pasar murah ini diharapkan dapat mengurangi lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang idul fitri sehingga berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat Kabupaten Indramayu,” tegas Wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha kecil dan Menengah, Perdagangan dan Industri Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin, menjelaskan, peserta pasar murah tahun 2018 ini berjumlah 30 peserta  yang dilaksanakan pada tanggal 30 - 31 Mei 2018.

Dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar di Alun-Alun Indramayu tersebut, setiap 1 paket sembako dibanderol harga hanya Rp 62.000 dari harga yang seharusnya Rp 124.000 karena mendapatkan subsidi dari pemkab sebesar Rp 62.000 dengan isi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter, dan mie instans 5 bungkus.

“Dengan adanya kerjasama BUMN, BUMD dan perusahaan swasta di Kabupaten Indramayu maka jumlah paket yang tersedia menjadi 13.264 paket,” tegas Trisna.

Selain pasar murah yang digelar di Alun-Alun Indramayu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di 31 kecamatan yang berisi beras 3 kg, gula 1 kg, dan mie instan 5 bungkus. Anggaran untuk masing-masing kecamatan ini sebesar 1o juta rupiah.

Selain sembako yang disediakan oleh APBD, pada pasar murah kali ini juga dipasarkan produk-produk makanan olahan, minuman, pakaian, kue kering, dan lainnya.

“Semoga kegiatan pasar murah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sembako saat ini,” kata Trisna.