Advertisement
Terkini
NUSANTARA INDONESIA

NUSANTARA INDONESIA

  • Untuk Anda
  • Berita Utama
  • network Network
  • domain Tentang Kami
  • contacts Kontak Kami
Dark Mode
Large text article
Bookmarks

  • Home
  • nasional

Polri: Terduga Teroris MJ Meninggal Karena Serangan Jantung

Tayang: 17 February
Share
  • Copy linkCopied successfully
  • Share on Facebook
  • Share on X (Twitter)
  • Share on WhatsApp
  • Share on Telegram
  • Share on LinkedIn
  • Share on Pinterest
  • Share on Tumblr
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
JAKARTA, - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Muhammad Jefri alias Abu Umar, terduga teroris yang ditangkap di Indramayu, meninggal dunia akibat serangan jantung. Hal tersebut didukung dengan hasil otopsi terhadap jenazah yang dilakukan pada Selasa (13/02/2018).


"Hasil autopsi berupa surat visum et repertum disimpulkan penyebab kematian almarhum adalah serangan jantung," ujar Setyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/02/2018).

Berdasarkan hasil otopsi, Jefri diketahui memiliki riwayat penyakit jantung menahun. Polri mengatakan, mulanya Jefri dibawa tim Densus 88 untuk menunjukkan lokasi rekannya, Agung alias Faruq, yang dia sembunyikan. Namun, di perjalanan, Jefri mengeluh sesak nafas. Jefri langsung dibawa ke klinik terdekat di Indramayu.

"Berdasarkan keterangan dokter di klinik tersebut, tersangka dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kedokteran forensik baik visum luar maupun pemeriksaan dalam atau otopsi," kata Setyo.

Setyo mengatakan, anggota Densus 88 tidak mengetahui bahwa Jefr miengidap penyakit. Sebab, saat ditangkap, Jefri juga tidak mengaku bahwa dirinya sakit. Sejumlah pihak meragukan independensi hasil otopsi oleh Polri. Setyo memastikan bahwa kondisi Jefri yang dikabarkan merupakan kondisi sebenarnya.

"Pada saat penyerahan tersangka sudah dijelaskan oleh dokter bahwa yang bersangkutan mengidap penyakit ini, dijelaskan semua," kata Setyo.

Dokter Rumah Sakit Kramat Jati, Arif, menyatakan bahwa dirinya melakukan suatu tindakan medis di bawah sumpah. Pihaknya melalukan otopsi setelah mendapat persetujuan dan memeriksa organ dalam yang dicurigai sebagai penyebab kematian. Dokter menemukan bahwa jantung Jefri dalam keadaan tidak sehat yang sudah lama diidapnya.

"Kami berkesimpulan bahwa ada riwayat penyakit jantung baru dengan riwayat penyakit jantung lama yang memicu terjadinya serangan jantung," kata Arif. (kompas.com).
Berita Terkait
Post a Comment
Cancel
  • Google News
  • Logo
Advertisement
Advertisement
Iklan -- scroll untuk lanjut membaca
DomaiNesia
Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement
Advertisement
Close Ads
Advertisement
Korsel Gambar
Sorotan
  • Diduga Tak Berijin, Pemasangan Kabel Fiber Optik Wifi Dompleng di Tiang Listrik dan Tiang Telkom

    Tayang: 07 May
  • Klinik Karangampel Sehat, Solusi Akses Layanan Kesehatan yang Terjangkau Masyarakat dan Gratis bagi Anak Yatim

    Tayang: 27 August
  • Trend Paslon Nomor Urut 1, Bambang - Kasan Terus Alami Peningkatan di Pilkada Indramayu 2024

    Tayang: 03 November
  • Indramayu Siap Gelar Pilkades Elektronik 2025, Jadi Pilot Project Jawa Barat Tahun 2026

    Tayang: 16 June
  • Lucky Hakim - Syaefudin Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Terpilih

    Tayang: 10 January
  • Ikuti Google News
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti Fanpage Facebook
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti WhatsApp Channel
    Nusantara Indonesia
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter
  • TikTok
  • Facebook
Logo
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© 2025 Nusantara Indonesia All Right Reserved.
Seedbacklink