BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjelaskan, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati memiliki tiga sumber dana. 


"Saya berharap pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB) bisa cepat rampung pengerjaannya", ucapnya.


Ketiga sumber dana itu diantaranya Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), sindikasi Bank Syariah Daerah dan Koperasi Praja Jawa Barat.

"Setelah penandatanganan KSO BIJ dengan AP II, terjadi percepatan karena Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) akan selesai," ujar Aher.

Aher menambahkan, dana pembangunan BIJB yang bersumber dari Koperasi Praja Jawa Barat itu sebesar Rp 50 milyar.

Aher pun meminta kepada AP II, untuk mempercepat pembangunan Runaway sepanjang 500 meter. Sehingga BIJB bisa ditargetkan untuk memberangkatkan Jemaah haji tahun 2018.

"Kalau runaway 500 meter tidak dibangun, BIJB bisa diresmikan, tapi haji enggak bisa berangkat dari (BIJB) Kertajati," ujarnya.

Diketahui, BIJB Kertajati dibangun sejak Desember 2015. Bandara ini diproyeksikan dapat meningkatkan perekonomian Jawa Barat dan meningkatkan kunjungan wisatawan di Jawa Barat.