Wujud Syukur Musim Panen, Tradisi Adat Mapag Sri di Desa Kerticala Indramayu Terus Dilestarikan
INDRAMAYU - Masyarakat agraris di Desa Kerticala, Kecamatan Tukdana, kembali menggelar tradisi doa bersama Mapag Sri sebagai wujud rasa syukur menyambut datangnya musim panen padi, Sabtu (09/05/2026). Tradisi turun-temurun ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimcam Tukdana di Kantor Desa setempat.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam sekaligus permohonan doa agar hasil panen tahun ini melimpah dan membawa berkah bagi seluruh petani.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Tukdana, AKP Junata Tisnasenjaya, S.H, menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah modernisasi. Menurutnya, Mapag Sri bukan sekadar rutinitas, melainkan perekat sosial warga desa.
"Kegiatan Mapag Sri ini adalah adat istiadat yang harus kita jaga bersama. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal yang ada di wilayah hukum kami," ujar AKP Junata Tisnasenjaya.
Suasana kekeluargaan tampak kental saat Camat Tukdana, Heka Sugoro, S.IP., M.Si, bersama Kapolsek dan Danramil yang diwakili Serma Parikin, berbaur bersama tokoh masyarakat. Kehadiran para pimpinan kecamatan ini disambut hangat oleh Kuwu Desa Kerticala, Afandi, S.H, beserta jajaran perangkat desa.
Acara yang diisi dengan doa bersama ini juga menjadi sarana komunikasi harmonis antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan pihak desa. "Selain memastikan acara berjalan aman dan tertib, kami ingin memastikan komunikasi tetap terjalin baik demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif," tambahnya.
Tradisi Mapag Sri di Desa Kerticala ini ditutup dengan ramah tamah, mempertegas hubungan harmonis antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan serta keamanan di wilayah Kecamatan Tukdana. (*)
Pewarta: Rudi • Editor: Ade Irawan