Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir


INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan gerak cepat membenahi infrastruktur pengairan di area perkotaan. Pada Kamis (30/4), Dinas PUPR melaksanakan normalisasi saluran irigasi di Jalan Talang Tembaga, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu.

Langkah ini merupakan momen bersejarah bagi warga setempat, mengingat saluran irigasi di pemukiman padat tersebut telah mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur selama kurang lebih 15 tahun tanpa penanganan serius. Pengerjaan ini juga merupakan instruksi langsung dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, guna merespons keluhan warga terkait risiko banjir.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menjelaskan bahwa normalisasi ini memiliki fungsi ganda, yakni sebagai upaya mitigasi bencana banjir sekaligus peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.

“Saluran Talang Tembaga sudah sangat lama tidak dikuras, sehingga sedimentasinya sangat tinggi. Kami menargetkan setelah dinormalisasi, aliran air kembali lancar dan daya tampung saluran meningkat,” ujar Maulana Malik, Kamis (30/4).

Staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Tarima, yang mengawasi jalannya proyek di lapangan, memaparkan bahwa pengerjaan ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai dari 17 April hingga 15 Juni 2026.

Adapun cakupan wilayah normalisasi meliputi:
1. Jalan Talang Tembaga: Normalisasi sepanjang 1,2 kilometer.
2. Kawasan Kalen Tahu: Normalisasi sepanjang 2 kilometer.
3. Alur Pembuangan: Dimulai dari Jalan Sudirman, melintasi Talang Tembaga, terhubung ke Kalen Tahu, hingga menuju hilir di muara laut.

“Fokus utama kami adalah mengangkat sedimen lumpur dan sampah agar debit air yang ditampung lebih maksimal, terutama saat memasuki musim penghujan,” kata Tarima.

Selain mengurangi risiko banjir, normalisasi ini diharapkan mampu menekan potensi penyakit akibat air tergenang. Namun, Tarima mengakui adanya tantangan teknis, terutama terkait aroma tidak sedap dari material lumpur hasil pengerukan yang sementara waktu mengganggu kenyamanan warga.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas bau dan material pengerukan yang mungkin mengganggu aktivitas di sekitar lokasi. Kondisi ini bersifat sementara demi tercapainya lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan sehat ke depannya,” tambahnya.

Pihak Dinas PUPR berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat sekitar agar pengerjaan infrastruktur ini dapat selesai tepat waktu, sehingga aliran air dari hulu hingga hilir dapat berfungsi optimal demi kepentingan bersama. (*)
Editor: Ade Irawan
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir
  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir
  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir
  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir
  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir
  • Atasi Sedimentasi 15 Tahun, Dinas PUPR Indramayu Normalisasi Saluran Talang Tembaga untuk Cegah Banjir