Tingkatkan Fungsi Irigasi, Embung Bugis Tua Indramayu Direhabilitasi
INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara resmi melakukan rehabilitasi Embung Bugis Tua di Kecamatan Anjatan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan serta mengantisipasi kerusakan sarana pengairan.
Rehabilitasi embung yang terletak di kawasan pertanian produktif ini bertujuan untuk memperbaiki daya tampung air serta meningkatkan efisiensi distribusi irigasi. Optimalisasi ini dinilai krusial guna menjamin ketersediaan pasokan air bagi para petani, terutama saat memasuki musim kemarau.
Strategi Penguatan Infrastruktur Sumber Air
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, melalui Kepala Bidang SDA, Rahmadi, menjelaskan bahwa Embung Bugis Tua memiliki nilai strategis sebagai sumber air cadangan utama bagi lahan pertanian di sekitarnya.
"Rehabilitasi ini mencakup pengerukan sedimentasi, perbaikan struktur tanggul, serta penataan saluran masuk dan keluar air agar fungsi embung kembali optimal," ujar Rahmadi.
Ia menambahkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, penumpukan sedimentasi telah menyebabkan kapasitas penyimpanan air menurun drastis. Kondisi ini kerap menyulitkan petani dalam mengakses air pada musim kering, sehingga perbaikan fisik dan fungsional embung menjadi prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini.
Harapan Peningkatan Hasil Pertanian
Kegiatan ini disambut positif oleh warga sekitar. Cemong (43), salah satu warga, berharap perbaikan ini mampu mengubah pola tanam petani setempat agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan.
"Kami berharap setelah pekerjaan selesai, fungsi embung kembali berjalan maksimal dan mampu membantu pola tanam kami agar lebih terjaga," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan pasca-rehabilitasi, Embung Bugis Tua dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi efisiensi pengelolaan air. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah Indramayu. (*)