INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Bupati Indramayu, Nina Agustina berharap momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah menjadi semangat Kota Mangga Indramayu untuk berkurban dalam rangka kebersamaan guna terwujudnya kedamaian dan keberkahan masyarakat.


“Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar Allaahu akbar wa lillaahilhamd. Mari rayakan Hari Idul Adha dengan semangat berkorban untuk kebaikan bersama. Semoga semangat berbagi dan keikhlasan dalam berkurban membawa kedamaian dan keberkahan bagi kita semua,” kata Bupati Nina Agustina.


Bupati Indramayu, Nina Agustina melaksanakan Shalat Idul Adha bareng warga Kota Mangga di Alun-alun Puspawangi Indramayu, Kamis (27/6/2023). Dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha turut dihadiri pula unsur Forkopimda Indramayu, kepala perangkat daerah dan jajaran di lingkungan Pemkab Indramayu.


Pada momentum Hari Raya Idul Adha 1444 H ini, H. Ahmad Saihu yang bertindak sebgai Khotib menyampaikan, Hari Raya Idul Adha adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan konsep ketuhanan Beliau yang mampu menaklukkan nafsu duniawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah.


“Ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta. Bayangkan saudara-saudara Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan sangat dicintai. Namun demikian semua itu ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim demi memenangkan cintanya kepada Allah,” katanya.


Ahmad Saihu menambahkan, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menerima sebuah perintah dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang luar biasa beratnya. Nabi Ibrahim saat itu sangat ingin memiliki seorang anak laki-laki yang diharapkan menjadi penerus perjuangannya.


Sehingga Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan permohonannya maka lahirlah Ismail namun begitu Ismail dewasa Nabi Ibrahim diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyembelih Putra kesayangannya.


“Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kesabaran dan ketakwaan Ibrahim dan Ismail sedang diuji oleh Allah berada dalam situasi situasi yang sulit tetapi mereka tetap diakui bahwa ketaatan pada perintah,” tambahnya.


Refleksi dari Nabi Ibrahim AS yakni tujuan hidup mereka dengan kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa perintah itu dilaksanakan oleh keduanya dengan ketaatan menjalankan perintah Allah. Nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail, tanpa disangka-sangka Allah menggantikan Ismail dengan kambing.


“Peristiwa tersebut kita dapat mengambil hikmah pertama orang yang beribadah kepada Allah pasti akan menghadapi ujian yang tidak mudah hikmah, yang kedua ketika keimanan dan ketakwaan bisa diangkat Bapak kita terlebih dahulu perlu diketahui bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan kita yang akan diterima Jangan biarkan cinta,” pungkasnya.(Abdul Jaelani/ NI)