Ratusan Warga di Jantung Kota Indramayu Mengungsi Akibat Banjir, Evakuasi Gunakan Perahu Karet
INDRAMAYU — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu sepanjang Selasa (27/1/2026) membuat warga di jantung Kota Indramayu kian khawatir. Ratusan warga yang bermukim di Perumahan Citra Dharma Ayu (Cidayu) dan Perumahan Ningrat 1, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun ke pos pengungsian yang disediakan ketua RW dan RT setempat.
Di Perumahan Cidayu, air telah masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian antara 20 hingga 50 sentimeter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet menuju tempat yang lebih aman. Kasat Pol PP Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, turut turun langsung membantu proses evakuasi warga setempat.
Lena (50), salah seorang warga Perumahan Cidayu, mengaku sangat khawatir melihat debit air yang terus meninggi. Ia menyebut banjir awal tahun ini terasa lebih parah dibandingkan banjir besar yang terjadi pada 2014 silam. Saat ini, Lena memilih mengungsi ke lantai atas rumahnya sembari menampung tetangga yang ikut mengungsi. Ia berharap pihak terkait segera memprioritaskan keselamatan warga karena air masih terus naik.
Keluhan serupa disampaikan oleh Bela PKN (42), warga Perumahan Ningrat 1. Ia menekankan bahwa warga sangat membutuhkan tambahan armada perahu karet untuk proses evakuasi dari kepungan banjir. Merespons kondisi tersebut, Plt Kadis PUPR Indramayu, Maulana Malik, langsung menginstruksikan pengoperasian alat berat excavator untuk mengeruk Kali Ceblok guna mempercepat aliran air ke muara dan mengurangi risiko luapan di jantung kota.
Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan petugas ke sejumlah titik banjir di Margadadi. Namun, ia menjelaskan bahwa unit perahu karet saat ini bersifat mobile karena banyak wilayah lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (24/1/2026) malam, tercatat sebanyak 2.411 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 604 unit rumah dan tujuh fasilitas umum di Kecamatan Kertasmaya, Jatibarang, dan Lohbener terendam air. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Indramayu dan Patrol, data kerusakan dan jumlah korban terdampak masih dalam proses pendataan lebih lanjut. (*)
