Bupati Lucky Hakim Lepas 3.382 Mahasiswa KKN Unpad untuk Tekan Kemiskinan di Indramayu
SUMEDANG – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi melepas ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Indramayu. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pelataran Rektorat Kampus Unpad, Jatinangor, Jumat (09/01/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang dijadwalkan terjun ke lapangan sepanjang periode Januari hingga Februari 2026. Fokus utama dari kehadiran para mahasiswa ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata di tingkat desa melalui inovasi dan pengabdian.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menekankan bahwa kolaborasi lintas entitas antara akademisi dan pemerintah daerah merupakan kunci krusial dalam menyelesaikan persoalan daerah, terutama dalam menekan angka kemiskinan di Jawa Barat yang akarnya turut berada di Indramayu.
“Terima kasih atas kerja samanya dengan lintas entitas. Tidak mungkin Pemkab Indramayu bisa berjalan sendiri. Untuk menurunkan kemiskinan di Jawa Barat, salah satunya adalah dengan menurunkan angka kemiskinan di Indramayu,” ujar Lucky Hakim.
Guna memastikan efektivitas program, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyiapkan dukungan data yang matang serta menginstruksikan seluruh jajaran camat hingga kepala desa untuk memberikan pendampingan penuh kepada para mahasiswa di lapangan.
“Kami siap secara data, kami kerahkan semua para camat dan seluruh kepala desa untuk bekerja sama. Ini satu kesempatan luar biasa bagi kami,” tegasnya.
Pihaknya berharap agar sinergi ini tidak berhenti pada program jangka pendek, melainkan terus berkelanjutan dengan berbagai inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, sebanyak 3.382 mahasiswa Unpad dikerahkan menuju 203 desa yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Kehadiran ribuan intelektual muda ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dan solusi bagi tantangan pembangunan di tingkat pedesaan. (*)